Alat Pendeteksi Kebakaran

Fire Alarm System (Detektor Kebakaran)

Fire alarm system adalah sebuah sistem yang digunakan untuk menandai bahaya akibat dari kebakaran api yang tidak diinginkan dengan cara memonitor perubahan lingkungan terkait dengan pembakaran. Secara sederhana, sistem ini akan bekerja dengan mengeluarkan sinyal berupa suara alarm dan indikasi lampu menyala apabila detektor pada file alarm sistem ini menemukan salah satu atau beberapa tanda kebakaran, misalnya: api, asap, gas, maupun panas.

Tentu saja tujuan utama dari pemasangan fire alarm system adalah mendeteksi secara dini terhadap kebakaran dan memberitahukan kepada banyak orang di sekitar bahwa tempat tersebut telah terjadi kebakaran supaya mereka segera melakukan evakuasi atau tindakan darurat dalam pemadaman. Dengan adanya sistem ini anda bisa mengontrol penyebaran api dan asap supaya tidak menjadi lebih besar. Secara umum, alat fire Alarm System ini bisa diaktifkan secara otomatis melalui bantuan detektor ataupun secara manual yaitu melalui bantuan manual call Point.

Jenis Alat Pendeteksi Kebakaran

Jika anda hendak melakukan pemasangan fire alarm system pada bangunan, sebaiknya hubungi perusahaan kami karena dengan begitu Tim akan mengevakuasi jenis alarm system seperti apa yang cocok untuk bangunan anda dilihat dari jenis bangunan, jenis penghuni, dan isi yang ada di dalam bangunan. Ada dua jenis sistem fire alarm, yakni:

Sistem Konvensional

Sistem konvensional menggunakan tabel yang terdiri dari 2 kemudian dihubungkan dengan alat detektor menuju ke panel. Pemilihan kabel yang digunakan untuk file alarm ini yaitu kabel listrik NYM 2×1.5mm atau NYMHY 2×1.5mm yang ditarik di dalam pipa conduit yaitu EGA atau Clipsal. Jika kondisi bangunan apabila terjadi kebakaran masuk dalam kondisi yang kritis maka digunakan kabeltahan api (FRC=Fire Resistance Cable) dengan ukuran 2×1.5mm, pemakaian kabel ini diutamakan pada bagian yang menuju ke arah panel dan sumber listrik 220 V.

Karena menggunakan kabel dengan isi 2, maka proses pemasangan dari sistem file alarm ini dikenal dengan 2 wire type, bisa juga dikenal sebagai 3 wire type dan 4 wire type. Jenis dari sistem file alarm yang dilakukan secara konvensional terdiri dari berbagai macam bentuk dan fungsi yang berbeda, diantaranya:

Cara kerja detektor ini adalah mendeteksi adanya perubahan maupun kenaikan temperatur yang tidak normal pada ruangan. Jenis detektor ini juga dibagi menjadi 3 macam:

  1. Fixed Temperature Heat Detector
  2. Rate Of Rise Detector (ROR Detector)
  3. Rate compensation detector

Detektor yang mendeteksi adanya asap tidak wajar pada ruangan. Ia dibagi menjadi 3 macam yaitu:

  1. Ionization Smoke Detector
  2. Photoelectric Smoke Detector
  3. Air Sampling Smoke Detector

Setiap jenis dari detektor ini memiliki perbedaan dalam metode deteksinya.

Jenis detektor yang bekerja dengan mendeteksi adanya nyala api yang mengandung gelombang sinar infra merah (IR Detector) atau ultraviolet (UV Detector).

Detektor ini bekerja dengan cara merespon adanya asap yang berasal dari benda terbakar. Detektor akan aktif jika dipicu dengan adanya kenaikan temperatur pada elemen semi konduktor yang ada pada bagian dalam detektor tersebut.

System Addressable

Untuk Fire Alarm System dengan teknik ini bisa dikatakan lebih modern jika dibandingkan dengan sebelumnya, karena System Addressable pada bagian control lebih fleksibel dan informasi yang didapatkan lebih banyak karena ia menggunakan pengembangan teknologi dari mikrokontroler. System Addressable memiliki dua macam jenis model yaitu:

Pada sistem ini dilakukan pengelompokan pada detektor dan alat penerima masukan berdasarkan supervisory area. Jadi di dalam masing-masing zona sudah dikendalikan, baik input maupun output nya oleh zone controller yang memiliki alamat lebih spesifik. Ketika detektor atau alat penerima masukan lainnya memberikan sinyal, maka MCFA akan meresponnya (I/O) berdasarkan zone controller.

Pengembangan dari sistem semi addressable, jadi dalam sistem ini semua detektor dan alat pemberi masukannya mempunyai alamat yang lebih spesifik sehingga proses pemadaman dan evakuasi bisa dilakukan secara langsung pada titik yang mengalami kebakaran. Dalam kontruksi, tiap zona akan dibagi menjadi beberapa bagian yaitu:

  • Satu lantai dalam bangunan / gedung
  • Beberapa ruangan yang berdekatan pada satu lantai di sebuah gedung
  • Beberapa ruangan yang mempunyai karakteristik tadi di sebuah gedung

Daftar Merk Fire Alarm System

Cara Kerja Fire Alarm System

Jika Anda bingung memilih jenis dan merek apa yang sebaiknya dipilih untuk kebutuhan bangunan anda, segera hubungi perusahaan kami. Tim kami dapat membantu anda untuk mensurvei jenis file alarm sistem seperti apa yang seharusnya digunakan. Meskipun fire Alarm System tidak dapat menyelamatkan barang anda secara utuh, tapi fungsi fire Alarm System bisa memperingatkan Anda secara dini sebelum kebakaran yang terjadi semakin parah.

Daftar Produk Alat Pemadam Kebakaran

Apar Powder

Kelas: A, B, C

APAR terbuat dari kombinasi fosfat Mono-amonium dan ammonium sulphate. 

Apar Foam Aff (Busa)

Kelas: A, B

APAR dari bahan kimia yang dapat membentuk busa AFFF (Aqueous Film Forming Foam).

Apar Gas (HALON)

Kelas: -

APAR yang menggunakan media gas sebagai pengganti Hallon / HCFC -141b.

Apar CO2

Kelas: B, C

APAR yang menggunakan CO2 (karbon dioksida) sebagai bahan pemadam.

Apar Air

Kelas: A

APAR yang diisi Air dengan tekanan tinggi untuk menanggulangi kebakaran.

Apar Thermatic

Kelas: A, B, C

APAR otomatis pengganti Fire Sprinkler System yang terpasang di atas plafon.

Hubungi Kami

Anda tidak perlu lagi bingung dalam mencari segala kebutuhan alat pemadam kebakaran dan pengamannya, karena perusahaan kami hadir